Realisasi SPPT PBB P2 di Tanah Datar Tahun 2016 KECAMATAN LINTAU BUO UTARA MENJADI TERBAIK
Tanah datar.
Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma menyerahkan
Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan
(SPPT PBB P2) kepada Camat se Kabupaten Tanah Datar didampingi Sekda Hardiman
dan Sekretaris Badan Keuangan Daerah D.Yonasri dan dihadiri Kepala Kantor
Agraria Tanah Datar, Kepala Bank Nagari Cabang Tanah Datar, Wali Nagari dan
perangkat nagari lainnya, Rabu (17/5/2017) di Aula Baperlitbang Tanah Datar di
Pagaruyung.
Sekretaris Bakeuda D. Yonasri menyampaikan, dalam
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap komponen dan peluang harus
dimanfaatkan, seperti dari sektor Pajak, retribusi dan hasil kekayaan daerah
yang dipisahkan dan beberapa sektor lainnya.
"PAD disektor pajak khususnya disektor pajak bumi
dan bangunan di pedesaan dan perkotaan di Tanah Datar masih relatif rendah,
yakni 50 % dari target yang ditetapkan" sampai Yonasri.
Dari data tahun 2016 kata Yonasri, target PBB P2
sebesar Rp. 2.698.385.781,- namun realisasinya baru mencapai Rp.1.216.430.663,-
atau baru 45.08%. "Dari rekapitulasi pencapaian dari target, Kecamatan
Lintau Buo Utara menempati posisi pertama dengan capaian realisasi 68.15%,
kemudian Batipuh Selatan 61.97%, Batipuh 61.43%, Lintau Buo 53.95%, Padang
Ganting 50.42%, X Koto 49.17%, Tanjung Baru 49.09%, Salimpaung 47.82%, Limo
Kaum 42.54%, Sungai Tarab 40.68%, Sungayang 34.05%, Pariangan 32.49%, Tanjung
Emas 32.04% dan Rambatan 24.02%" sampai Yonasri.
Yonasri menambahkan, target penerimaan PBB P2 Tahun
2017 sebesar Rp.3.490.238.349,- dengan SPPT PBB P2 sebanyak 232.358 lembar.
"Target tahun 2017 ini mengalami peningkatan sebesar Rp.791.852.568,- dari
tahun 2016, disebabkan ketetapan dan klasifikasi nilai jual objek pajak bumi
dan bangunan"sampainya.
Sementara itu Wabup Zuldafri Darma dalam arahannya
menyampaikan, PAD Tanah Datar relatif kecil dari daerah lain karena tidak
mempunyai SDA yang melimpah, karena itu sektor pajak merupakan sektor yang
harus dioptimalkan untuk menggenjot PAD.
"Diharapkan instansi terkait mampu menciptakan
inovasi dan kreasi ataupun cara baru untuk menggugah wajib pajak untuk lebih
sadar pajak, sehingga pencapaian dan pemasukan di sektor pajak akan lebih
meningkat, tidak hanya di kisaran 50% saja" ujar Zuldafri Darma.
Memang banyak kendala yang kita hadapi dalam mengelola
PBB P2 selama ini ujar Wabup, seperti pendataan kurang optimal, nilai objek
pajak tidak sesuai lagi dengan kondisi pasar, kesadaran masyarakat dan belum
optimalnya ASN dalam mengelola PBB P2.
Wabup Zuldafri berharap kepada Camat untuk segera
menyalurkan SPPT kepada Wali Nagari dan selanjutnya akan diserahkan kepada
kepala jorong. "Camat segera salurkan kepada Wali Nagari dan sampai
ke jorong yang merupakan unjung tombak yang akan menjadi kolektor PBB P2, dan
kepada instansi terkait terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap
pelaksanaan, sehingga target capaian Pajak dapat dicapai dengan baik"ujar
Zuldafri.
Terhadap langkah pemeringkatan yang dilaksanakan
Bakeuda terhadap pelaksanaan realisasi pajak olah Kecamatan, Wabup menyampaikan
apresiasi. “Semoga dengan pemeringkatan ini dapat menjadi motivasi tersendiri,
bagi kecamatan yang masih rendah capaian targetnya semoga semakin giat lagi dan
Insya Allah kalau bisa dan tidak bertentangan dengan aturan akan kita beri
reward juga di masa datang” pungkasnya.(alinurdin)

No comments: