Breaking News
recent

DIDUGA BERBUAT CABUL TERHADAP MURIDNYA,GURU OLAH RAGA DIBEKUK POLISI.








Tanah Datar.
Lagi,Profesi seorang guru tercoreng,kali ini dilakukan oleh S(53) warga Jorong Sawah Parik, Nagari Tanjuang Alam, Kecamatan Tanjuang Baru, Tanah Datar.
S terpaksacdiamankan Polisi, Polres Tanah Datar, Sektor Tanjuang Baru, pada Jum'at 12/5 lalu,karena diduga telah melakukan tindak pencabulan terhadap muridnya.
“Jumat kemarin kita melakukan pengamanan terhadap seorang guru olah raga inisial S(53) karena telah melakukan perbuastan tidak senonoh terhadap siswanya masing-masing D (10) kelas IV, T (12) kelas IV, Z (9) kelas II, D (11) kelas V “Kata Kapolres Tanah datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas kepada awak media Senin (15/5) .
Bayu mengungkapkan,korban dari perbuatan S diduga bukan hanya 4 orang saja ,namun diduga masih banyak korban lain. Pasalnya ,setelah menerima laporan 4 siswi itu, Polres Tanah Datar kembali menerima laporan tiga korban lainnya.
Parahnya ucap Kapolres, Oknum Guru tersebut, melakukan perbuatan konyolnya dilingkungan sekolah, usai jam belajar mengajar, dalam ruangan kelas.
"Ia diamankan Polisi, berdasarkan laporan 7 orang tua korban tersebut, Jum'at 12/5, sekira jam 14.00 WIB," kata Bayuaji.
Sejauh ini Polisi sudah meminta keterangan beberapa orang saksi, termasuk keterangan korban, ucap Bayu.
Disebutkan Kapolres, oknum guru itu mencabuli muridnya dengan cara, meraba, mencium dada dan kemaluan korban.
Tak hanya itu, sebelum melakukan perbuatan terkutuk itu, oknum guru olah raga itu, terlebih dahulu mempertontonkan adegan film porno kepada para korbannya, melalui hand phone (HP), ujar Kapolres.
Dijelaskannya, kejadian itu baru diketahui pada hari Jum'at 12/5 sekira pukul 14.00 Wib. Dimana salah seorang korban menceritakan perihal yang ia alami disekolah. Atas kejadian itu, orang tua korban lalu melapor ke Mapolsek Tanjuang Baru.
"saat ini tersangka E sudah mendekam di sel Mapolres Tanah Datar, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kasus ini kini ditangani unit PPA," kata Bayuaji, yang punya reputasi sebagai pilot Helikopter Polri, dengan 8600 jam terbang.
Kasus ini masih didalami dan masih dalam penyelidikan intensif, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain yang belum melapor." saya berharap, jika ada korban lain silahkan datang melapor," kata Bayu.
Masih segar dalam ingatan kita, dimana kasus yang sama juga pernah terjadi baru -baru ini, di Tanah Datar di sebuah sekolah dasar,"yang dikenal dengan judul main alek alek an, namun pelakunya masih anak-anak. Dan jauh sebelumnya, juga terjadi disebuah sekolah menengah pertama di Batusangkar (SMP) pelaku oknum guru Agama, terdapat korban lebih dari sepuluh orang, kasus ini sudah diputus PN Tanah Datar.(alinurdin)

No comments:

Powered by Blogger.