Breaking News
recent

KECELAKAAN DIDOMINASI PELAJAR,KASATLANTAS GIATKAN SOSIALISASI TERTIB LALU LINTAS KE SEKOLAH.







Tanah datar.
Tingkat kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Sumatera Barat , rata-rata didominasi kaum pelajar. Data yang dihimpun Satuan Lalu Lintas Polres seluruh Sumatera Barat menyebutkan, angka kecelakaan di Kota Ambon didominasi pengendara yang masih remaja atau berstatus pelajar.
"Kebanyakan laka lantas yang terjadi itu rata-rata kaum pelajar. Mereka diberikan kebebasan oleh orang tua untuk mengendara se­mentara di satu sisi apa yang dilaku­kan itu hanya kebanggaan semu," ujar Kasat Lantas Polres Tanah datar AKP Yulandi Rusadi saat menjadi pembina upacara bendera di MAN 1 Batusangkar Senin (10/10).
Menurutnya, laka lantas yang menimpa kaum remaja itu disebab­kan tingkat kesadaran mereka ter­hadap lalu lintas masih rendah. Di samping rendahnya pemahaman tentang aturan berlalu lintas. 

"Para remaja ini kan belum memahami betul tentang rambu-rambu lalu lintas, sehingga dengan seenaknya mereka menerobos rambu lalu lintas atau ugal-ugalan di jalan raya," jelas

Satuan Lantas Polres Tanah datar  sendiri dalam menekan angka laka lantas, kerap melakukan sweeping . Hal ini untuk menertibkan pengen­dara yang belum pantas atau me­menuhi syarat dilarang untuk ber­kendara.
Selain itu pihak Satlantas giat melakukan  sosialisasi langsung seperti ini dengan tujuan dan upaya menekan angka kecelakaan. Selain itu juga sebagai bentuk pendekatan secara personal polisi kepada masyarakat dan pelajar.
Sepertii saat ini lanjut Yulandi Rusadi ,pelajar setingkat SMP sudah diberi kenderaan oleh oran tua mereka,padahal nyaris usia pelajar tersebut kebanyakan belum mencapai 17 tahun .
"Umumnya pelajar ini kalau usianya belum memenuhi syarat seba­gaimana dalam aturan berlalu lintas, maka dia belum berhak mengantongi SIM." tandasnya.
Untuk kedepannya kami pihak Polres Tanah Datar akan menindak tegas pelajar yang belum mempunyai SIM ,jadi kami himbau agar orang tua jangan memberikan kenderaan bermotor kepada pelajar yang belum cukup umur
Dikatakan, data Sat Lantas Polres Tanah Datar juga menyebutkan, kebanyakan pelajar yang melakukan pelanggaran atau terjadinya laka lantas adalah mereka yang mengendarai kenda­raan roda dua.

"Bagi remaja mengemudikan kendaraan roda dua itu ibarat ke­banggaan semu. Mereka sering bersikap ugal-ugalan di jalan tanpa memperhatikan keselamatan jiwa­nya," kata

Olehnya itu ia menambahkan, sebagai upaya untuk mencegah bertambahnya korban laka lantas dari kalangan pelajar, perlu adanya persamaan persepsi antara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan pihak kepolisian. Seperti pemeriksaan kendaraan bermotor di lingkungan sekolah, termasuk men­data kelengkapan SIM dan STNK kendaraan yang dibawa pelajar.  

Selain laka lantas yang menjadi korban adalah pelajar, juga didominasi oleh pengendara yang berumur dari 25 hingga 31 tahun ke atas. Ini akibat dipengaruhi oleh komsumsi Minu­man Keras (Miras), kecapaian dan faktor lingkungan. 

"Untuk menekan angka laka lantas secara umum, Polres  terus berupaya melakukan sosialisasi ten­tang tata cara berkendara dengan baik di jalan raya," pungkas Kasat.
Sementara itu Plt Kepala Madrasah Aliayh Negeri 2 Batusangkar Ardoni Ernanda yang didampingi Irwandi salah seorang guru setempat meyatakan dukungan dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polres Tanah datar terutama unit lalu lintas yang giat melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah.”selain itu Kasatlantas juga memberikan penjelasan tentang  bahayanya mengkunsumsi Narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda,ini juga pantas kita berikan acungan jempol “Tutur Ardoni Ernanda.(alinurdin)


No comments:

Powered by Blogger.