Breaking News
recent

CUCU BUPATI TANAH DATAR AQIQAH DAN DIGELAR ACARA TURUN MANDI.








Tanah Datar.
Acara aqiqah yang merupakan sunnah Rasulullah SAW dipadu dengan prosesi adat turun mandi dihelat oleh dr. Berriandi dan dr. Suci untuk anak pertamanya yang bernama Kanaya Alula Bersya di Indo Jolito Batusangkar, kemarin.
Ungkapan syukur atas kelahiran Kanaya yang juga cucu pertama dari Bapak Irdinansyah Tarmizi dan Ny. Emi Irdinansyah ini direncanakan hanya dilaksanakan secara sederhana dan terbatas untuk kalangan keluarga terdekat saja, berubah menjadi acara yang dibungkus dengan berbagai prosesi adat dan budaya Minangkabau.
Demikian disampaikan si empu acara yang juga sekaligus Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi ketika menyampaikan sekapur sirih dari tuan rumah. â€Å“Sebenarnya semula acara ini hanya untuk lingkungan keluarga saja tetapi atas masukan dan saran dari LKAAM dan bundo kanduang Tanah Datar perlu diangkat menjadi acara dengan berbagai prosesi adat,” jelas bupati.
Selain menunaikan sunnah Rasul mengangkat prosesi adat turun mandi bertujuan untuk melestarikan budaya Minangkabau yang sarat pesan dan makna yang dalam, sehingga perlu digalakkan kembali di tengah-tengah masyarakat.
Upacara turun mandi adalah salah satu upacara adat Minangkabau yang masih terlestarikan hingga saat ini. Tradisi turun mandi ini sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun dan bahkan sudah berabad lalu dilakukan, kepada bayi-bayi yang baru lahir. Upacara turun mandi merupakan upacara yang dilaksanakan untuk mensyukuri nikmat atas bayi yang baru lahir. Sementara itu tujuan dari turun mandi adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah lahir keturunan baru dari sebuah suku atau keluarga tertentu. Sementara bagi si ibu bayi upacara ini sebagai ajang untuk keluar rumah pertama kali pasca pemulihan setelah melahirkan.
Prosesi upacara turun mandi di Minangkabau memiliki tahapan ritual yang unik dan istimewa. Sebelum sang bayi ini dimandikan ada banyak hal yang mesti dipersiapkan dan diperhitungkan, pertama adalah hari pelaksanaan turun mandi, jika bayi laki-laki maka acara turun mandi dilaksanakan pada hari ganjil dari hari kelahiran sang bayi dan jika bayinya perempuan maka hari turun mandinya adalah hari genap.
Setelah persiapan  ditentukan, para Bundo Kanduang hadir pada upacara adat tersebut dengan membawa "dulang" yang berisikan beras, serta makanan yang akan diberikan kepada si penyelenggara acara.
Bupati Irdinansyah tambahkan, " Prosesi tasyakuran dan turun mandi ini merupakan upaya kita melestarikan adat dan budaya Minangkabau yang juga mempunyai makna cukup dalam, antara si anak dan bapaknya, sebaliknya juga demikian, karena di Minangkabau ini, kita menganut paham matrilineal, sehingga dengan acara ini juga kita mencoba untuk menginformasikan adat budaya kita.(ALINURDIN) 

No comments:

Powered by Blogger.