25 RIBU HEKTAR SAWAH DITANAH DATAR DITANAMI TEKHNIK JARWO.
Tanah datar.
Pelaksanaan program
Tekhnologi Jajar legowo(Jarwo) telah dilaksanakan ditiga Kecamatan di Kabupaten
Tanah datar.
Seluas 25 ribu hektar
yang tersebar di Kecamatan Tanjung Emas,Sungai Tarab dan Lima Kaum telah
ditanami tekhnik Jarwo sebagai upaya
khusus peningkatan hasil produksi padi di Kabupaten Tanah datar.
Penerapan teknologi
jajar legowo ini terlaksana berkat kerjasama antara Pemprov Sumbar, Pemda Tanah
Datar dan Kodim 0307 Tanah Datar. Selain itu juga bertujuan untuk mensukseskan
program swasembada pangan yang merupakan program nasional.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah
Tarmizi kepada Rakyat Sumbar senin
kemarin menyebutkan ,guna mensukseskan program itu, program teknologi jarwo di
Kabupaten Tanah Datar telah dilaksanakan di tiga kecamatan (Sungai Tarab,
Tanjung Emas dan Lima Kaum) seluas 25 ribu hektar.
Program ini bertujuan
untuk menghasilkan beras berkantong khas dari Tanah Datar, dan diharapkan pada
tahun 2017 nanti sudah bisa tercapai.
"Kabupaten Tanah
Datar mempunyai 4 program unggulan yakni peningkatan kualitas SDM, bidang
pertanian, bidang pariwisata dan pelayanan public dan infrastruktur. Pertanian
menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Tanah Datar, itu dikarenakan
sekitar 70% masyarakat Kabupaten Tanah Datar adalah petani. Dan keberhasilan
bidang pertanian merupakan kunci sukses dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan begitu juga sebaliknya.
Untuk itu upaya –
upaya peningkatan produktifitas pertanian dengan pola tanam padi yang paripurna
harus segera dilaksanakan di seluruh Kabupaten Tanah Datar, agar dapat
meningkatkan hasil panen yang pada akhirnya tentu akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Datar itu sendiri," ungkap Bupati
Irdinansyah.
Kepala Dinas
Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Tanah Datar, Khairuddin kepada rakyat
sumbar seni (4/10)menyebutkan bahwa dalam mensukseskan pencapaian swasembada pangan,
Dinas Pertanian menggalang kerjasama dengan TNI untuk seluruh wilayah di 14
kecamatan se Tanah Datar, keberadaan TNI ditengah-tengah masyarakat petani
sangat membantu percepatan pembangunan pertanian masyarakat. "Saat ini
kita menggalakkan program tanam padi jajar legowo dan padi salibu yang
merupakan temuan teknologi pertanian Tanah Datar. Kita didukung dengan
keberadaan areal persawahan seluas 22.940 hektar diantaranya areal sawah tadah
hujan seluas lima ribu hektar dan luas tanam pada tahun ini mencapai 25 ribu
hektar pertahun dengan indek tanam 2,5. Melalui teknologi jarwo dan padi salibu
produksi akan jauh lebih besar dibanding dengan pola biasa," ungkap
Khairuddin.
Dikatakan, Demplot yang
dimiliki ditiap kecamatan yang merupakan kerjasama Dinas Pertanian dengan TNI
sangat efektif dalam memberikan contoh pola-pola dan teknologi pertanian pada
masyarakat, diharapkan kerjasama tersebut terus berlanjut pada tahun-tahun
berikut karena masyarakat sangat merespon secara positif, kita sangat terbantu
dan berterimakasih kepada Pak Dandim bersama jajarannya atas pendampingannya
dan pengawalan di lapangan.
Kemudian Tanah Datar
juga akan meluncurkan beras kantong yang bermerek Bujang Marantau pada tahun
depan, hal itu telah ditunjang oleh keberadaan areal kawasan padi seluas lima
ribu hektar lebih, diantaranya di Sungayang seluas 1.158, di Sungai Tarab 2.420
ha dan di Lima Kaum 1.560 ha, pada tahun pertama nanti ditargetkan akan
dipasarkan beras Bujang Marantau sekitar 1.700 ton keberbagai daerah.
"Varietas Bujang Marantau ini adalah varietas asli tanah datar yang
berasal pertama kalinya dari Tanjung Emas, beras tersebut tergolong pada
kualitas super dengan rasa nasinya yang sangat enak dan butiran berasnya agak
kecil-kecil. Farietas lokal kita ini telah terdaftar di pusat perlindungan
varietas tanaman dan perizinan pertanian nomor 163/PVL/2015, program ini memang
baru kita rilis dan kedepan para petani ditiga kecamatan kawasan padi ini
dibutuhkan dukungan agar program tersebut tercapai dengan maksimal," ungkap
Khairuddin.
Selain itu Tanah Datar
juga memiliki desa mandiri benih di 7 lokasi yang ada di Tanah Datar, yang mana
melalui program ini para petani diharapkan telah menggunakan benih unggul
semuanya untuk meningkatkan hasil panen mereka, dan selanjutnya ke-7 lokasi itu
diharapkan akan menjadi daerah penghasil calon benih di Kabupaten Tanah Datar.
Agar Tanah Datar tidak mengalami minus swasembada pangan, keberadaan areal
perlu dipertahankan, Kadis Khairuddin juga berharap pada Pemerintah Pusat untuk
dapat memberikan reword pada Pemda yang berhasil mempertahankan lahan pertanian
pangan berkelanjutan (LP2B) terutama pada areal yang beririgasi teknis. Kedepan
untuk merealisasikan itu direncanakan akan dibuatkan Peraturan Daerah
Sementara itu Dandim
0307 Tanah Datar Letkol Arm. Bagus Tri Kuntjoro mengucapkan kepada semua pihak
yang telah membantu kegiatan itu, ini merupakan tekad kita bersama dalam
meningkatkan hasil produksi pangan terutama padi, ungkapnya.
Ketahanan pangan
merupakan hal yang sangat strategis bagi negara kita, untuk itu kami memberikan
penghargaan yang sangat tinggi kepada para petani, petani adalah pahlawan bagi
kita semua. Untuk itu pekerjaan sebagai petani jangan dianggap rendah dan
jangan pula menganggap petani sebagai orang pinggiran karena mereka mempunyai
jasa yang sangat besar bagi bangsa dan negara kita, tambah Dandim Bagus.
Saat ini kita semua
harus berkerja keras dalam mensukseskan dan meningkatkan program LTT (Luas
Tambah Tanam), apabila LTT gagal maka swasembada pangan juga akan gagal, untuk
itu Kodim 0307 Tanah Datar telah memerintahkan seluruh Babinsa dan jajaran TNI
untuk terus meningkatkan kerjasama dengan petani. Artinya bila ada kesempatan
dan peluang tanam harus segera dikerjakan dan jangan menunda-nunda lagi, kata
Dandim Bagus.
Harapan kita dengan
teknologi tanam padi jarwo ini hasil panen kita akan jauh meningkat lagi,
karena teknologi ini sudah melalui riset dan telah dibuktikan di lapangan,
pungkas Dandim Bagus.(alinurdin)


No comments: