Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek lepas 6 santri Bupati : Terus Gali Ilmu dan Sebarkan kepada Umat
Tanah datar.
Salah satu tugas
ulama yakni menyampaikan dakwah kepada masyarakat, mengajak umat menjalankan
perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dalam menjalankan tugas tersebut
ulama dituntut terus menggali ilmu agama dan tidak puas hanya yang dimiliki
saat ini.
Demikian disampaikan
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi saat menghadiri pengukuhan 6 santri
Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek di Padang Magek, Sabtu (13/05).
Kepada 6 santri yang
baru saja diberi gelar tuanku dan ustazah, Bupati Irdinansyah
berpesan agar saat kembali ke kampung halaman masing-masing bisa bersilaturahmi
dengan ustazd, buya atau ulama senior menggali ilmu dan pengalaman di samping
terus belajar.
“Jalin silaturahmi
dengan ustazd dan ulama yang lebih senior dan menggali ilmu serta pengalaman,
tidak lupa juga terus belajar karena ilmu agama Islam harus didalami secara
mendalam,” pesan bupati.
Di kesempatan itu
bupati juga berharap lahirnya ulama-ulama besar di Sumatera Barat yang
mempunyai ilmu agama yang dalam dan luas. “Pondok Pesantren Darul Ulum Padang
Magek salah satu aset berharga Tanah Datar, tertumpang harapan kami dari
Pesantren ini lahir nantinya ulama-ulama besar di Sumatera Barat bahkan tingkat
nasional di tengah-tengah semakin langkanya ulama-ulama besar asal Sumatera
Barat,” katanya lebih lanjut.
Bupati Irdinansyah
juga sampaikan ulama dan umara’ (pemerintah) mempunyai hubungan yang saling
menguatkan. “Umara’ dan ulama punya hubungan yang saling menguatkan, dengan
hubungan yang baik tentunya tugas mengurus umat akan lebih mudah,” sebut
bupati.
Sebelumnya Ketua
Pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) H. Sahyuti Abbas menyampaikan PPDU
memiliki sejarah panjang yang didirikan Buya S Malin Kuniang tahun 1942. PPDU
mengalami pasang surut jumlah santri hingga pada tahun 1979 H. Anwar diberi
amanah oleh pendiri dan tokoh masyarakat untuk menetap di Padang Magek
mengembangkan PPDU lebih maju lagi.
Berbekal semangat,
kerja keras dan bantuan berbagai pihak serta doa, PPDU secara bertahap jumlah
santri yang menimba ilmu semakin banyak. Santri PPDU lebih banyak berasal dari
keluarga tidak mampu, bahkan dari musafir dan mualaf.
“Santri PPDU
didominasi dari keluarga tidak mampu, kami banyak menampung yang putus sekolah,
bahkan kita menampung santri yang sebelumnya musafir serta mualaf yang ingin
belajar agama Islam,” terang H. Sahyuti.
Pengurus bersama
masyarakat, jelas H. Sahyuti bahu-membahu mengumpulkan dana, infak dari
berbagai pihak untuk operasional pesantren yang saat ini telah memiliki 170
santri dan santriwati dari hampir seluruh wilayah Sumatera Barat.
“Dengan dana yang
terbatas, usaha membangun sarana yang dibutuhkan seperti ruang kelas, kamar
mandi dan tempat berwudhu terus kita perbaiki demi kebaikan pesantren ini,
untuk itu kami senantiasa membuka pintu selebar-lebarnya menerima bantuan dari
pemerintah daerah dan kaum muslimin untuk membantu membentuk ulama masa depan,”
kata H. Sahyuti.
PPDU juga mempunyai
program saat ini sesuai saran pemerintah daerah, menyelanggarakan bimbingan
mengikuti ujian penyetaraan Paket A, Paket B dan paket C. Dikatakan saat alumni
PPDU lulus memasuki perguruan tinggi agama, kendalanya tidak memiliki ijazah
formal walaupun secara kualitas punya ilmu agama yang baik sehingga perlu
dibantu bimbingan untuk punya ijazah Paket C.
Acara pengukuhan
6 santri berlangsud khidmat dan haru ini dihadiri Camat Rambatan
Abdurahman Hadi, Forkompinca, Walinagari Padang Magek, orang tua seluruh santri
dan masyarakat setempat dan dipimpin langsung Buya Ja’far Tuanku Imam Mudo.
Santri yang yang
dikukuhkan yaitu Beni Saputra yang diberi gelar Tuanku Sutan Sulaiman, Muhammad
Ridho yang diberi gelar Tuanku Malin Marajo Bujang, Masrizal yang bergelar
Tuanku Songgo Marajo, Masril yang bergelar Tuanku Malin Pangulu, Hafzatul Husna
yang bergelar Mualimatul Arifah, Martiyas yang bergelar Tuanku Katik Sampono.(alinurdin)

No comments: