Breaking News
recent


Tanah Datar.
Kebutuhan jagung kering di daerah Lintau saat ini memang masih belum mencukupi, terutama untuk kebutuhan pakan ayam petelur. Saat ini kebutuhan jagung untuk pengusaha peternak ayam di daerah Lintau 40 ton perhari, sedangkan ketersediaan bahan baku pakan ternak ayam terutama jadung ini baru 7 ton perbulan. Untuk itu terpaksa para peternak ayam di daerah ini mengimpor dari daerah luar seperi dari daerah Pasaman dan Pesisir Selatan. Hal ini disampaikan Maizar lebih akrab dipanggil Maical, pada saat panen jagung bibit F1 di lahan miliknya Selasa (11/10).
Maical yang juga anggota kelompok tani Saiyo Sakato Nagari Tepi Selo ini jelaskan kebutuhan jagung untuk daerah ini cukup tinggi dan harganya cukup menggemberikan yaitu perkilonya Rp.3.700, ini tidak jauh beda dari bertani padi sawah dan hama tanaman yang mengganggu hampir tidak ada, kalau ada paling babi dan itu bisa diatasi, pungkasnya.  
Anggota kelompok yang lain belum ada yang berminat untuk mengikutinya, karena masih belum intensifnya sosialisasi dari dinas pertanian dan bantuan bibit juga terlambat datang jadi dengan cara swadaya ia berupaya mendatangkan bibit dan mengusahakan berkebun jagung ini.
Kendala yang dihadapi saat ini yaitu terbatasnya peralatan mesin pengupil jagung, karena produksinya sudah mencapai puluhan ton terpaksa peralatan ini dipinjam dari daerah lain. Masalah pengairan juga saat ini musim kering juga terkendala. Aliran air ada yang selalu mengalir namun lahannya tinggi dari aliran air tersebut, itu sangat menjadi kendala jadi ia saat ini sangat membutuhkan peralatan seperti mesin pompa air, mesin pengupil jagung, mesin pengolah tanah (mesin bajak) dan mesin semprot hama yang pakai batterai 5 buah, jelas Maical pada Bupati Irdinansyah Tarmizi yang saat itu hadir diperkebunan miliknya.  
Bupati Irdinansyah Tarmizi yang melihat prospek berkebun jagung di daerah Lintau ini cukup baik maka ia menghimbau kepada kelompok tani dan petani lain di daerah Tanah Datar untuk dapat mengembangkan ini, karena kebutuhan untuk pakan tenak ayam saja belum terpenuhi dan harga jualnya juga cukup tinggi. Selain itu ia juga berharap dari jagung ini tidak hanya bijinya yang dapat kita manfaatkan namun kalau bisa kita manfaatkan seperti kulit, tongkol, batang maupun daunya dapat diolah sehingga termanfaatkan dengan baik, jelas Irdinansyah.
Irdinansyah juga berharap kalau bisa jangan kita mengimpor jagung dari daerah lain, tetapi petani kitalah yang akan mengekspor ke daerah lain. Menanggapi permasalah dan kendala yang dihadapi petani bupati berjanji akan mengupayakan kebutuhan tersebut untuk kelompok tani sehingga akan dapat dimanfaatkan bersama. Kita juga punya akademi komunitas yang dapat menciptakan peralatan yang dibutuhkan, ini juga kita manfaatkan, jelas Irdinansyah.(ALINURDIN)



No comments:

Powered by Blogger.