Breaking News
recent

TALAGO BIRU OBJEK WISATA YANG PENUH POTENSI Air Berubah Kemerahan Pertanda Wabah Penyakit











Tanahdatar.
Beragam potensi alam yang diyakini dapat mendongkrak perekonomian warga,salah satunya Talago Biru yang berada  di Nagari Atar, Kecamatan Padanggantiang. Talago Biru yang memiliki legenda di tengah-tengah masyarakat tersebut, merupakan satu dari sekian banyak potensi alam di bidang pariwisata yang belum digarap di Kabupaten Tanah Datar.
“Pada saat musim liburan, terutama Idul Fitri, Talago Biru ramai dikunjungi warga. Ini merupakan potensi pariwisata yang apabila mendapat sentuhan profesionalisme dalam pengelolaannya, pasti akan mendatangkan keuntungan yang berarti bagi masyarakat nagari ini,” terang Jasmadi salah seorang tokoh masyarakat setempat dan juga anggota DPRD Tanah Datar Jumat(4/5) kemarin, di Atar.
Dikatakan, Talago Biru Atar memiliki beberapa keunikan yang tidak dipunyai telaga-telaga lain yang ada di Tanah Datar. Keunikan itu antara lain, jelasnya, telaga terletak di atas perbukitan yang melingkari nagari penghasil karet itu. Dari kawasan telaga itu, terdapat panorama yang amat mengagumkan bila pandangan ditukikkan ke sekeliling.
Keunikan lain, telaga yang terletak di Jorong Taratak VIII itu airnya tidak pernah kering meskipun di musim kemarau. Dengan demikian, tambah Zainir, sumber airnya banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi persawahan yang hingga kini memang belum memiliki sistem pengairan yang memadai. Disamping banyak yang masih tadah hujan, sawah rakyat ada pula yang diairi dengan jaringan irigasi semiteknis yang sumber airnya berasal dari Talago Biru.
“Bagi masyarakat Nagari Atar, Talago Biru juga memiliki keunikan lain, yakni sebagai pertanda akan adanya wabah penyakit yang akan melanda. Di hari-hari biasa, warna airnya adalah biru dan terlihat sedikit keruh kalau sehabis hujan lebat, nah, kalau warna airnya sudah agak kemerah-merahan, itu tandanya akan ada wabah penyakit. Bila tanda-tanda itu muncul di telaga, biasanya masyarakat melakukan berbagai tindakan antisipasi agar wabah penyakit tidak meluas,” sebutnya.
Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun masyarakat di sekitar telaga, tambah dia, wabah penyakit yang kerap melanda bila terjadi perubahan warna air di telaga itu di antaranya sakit perut dan sakit mata.
Sisi unik lainnya dari Talago Biru itu adalah legenda proses terjadinya yang hingga kini masih diceritakan dari mulut ke mulut. Berdasarkan cerita dari nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun, kata Zainir, Talago Biru merupakan tempat kubangan dan pemandian seekor kerbau bertanduk emas.
“Lantaran tidak pernah kering, kerbau bertanduk emas itu secara rutin berkubang dan berendam di sini. Kalau badannya sudah segar, baru dia pergi mencari makanan ke daerah-daerah lain. Kalau Talago Biru dikemas jadi objek wisata modern, tentu legenda kerbau bertanduk emas bisa menjadi salah satu daya tarik yang menyebabkan orang mengharuskan diri untuk mampir ke sini bila mereka melakukan lawatan ke Tanah Datar,” tuturnya.
Saat ini, sarana jalan menghubungkan kawasan telaga dengan jalan utama Batusangkar-Setangkai sudah diaspal mulus. Kendati harus melewati tanjakan yang cukup tajam, namun dengan kondisi jalan yang bagus seperti saat ini, tidak terlalu sulit bagi wisatawan untuk bisa sampai ke Talago Biru.
Persoalannya kini, sarana dan prasarana wisata di telaga itu masih belum memadai. Jalan selingkar telaga masih jalan tanah. “Kalau jalan keliling telaga diaspal, lalu dilengkapi dengan arena bermain, seperti sepeda air, kopel-kopel, arena memancing dan kelengkapan lainnya, kami optimis, Talago Biru akan banyak dikunjungi dan bisa menjadi sumber mata pencaharian baru warga di sini,” ucapnya.(alinurdin)

No comments:

Powered by Blogger.