Breaking News
recent








Tanah datar.
Akibat panas terik dan musim kemarau berkepanjangan melanda Kabupaten Tanah Datar,banyak lahan warga mengalami kekeringan,akibatnya rentan dengan benacan kebakaran,seperti yang terjadi dalam pekan kemarin.
Menurut data dari Polres Tanah datar dan BPBD Tanah datar,tercatat tiga kebakaran melanda tiga Kecamatan diwilayah Kabupaten Tanah datar.
Amukan sigulambai pada Senin Malam 3 Oktober berhasil melahap Bukit Batu Patah Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, kemudian Sabtu malam 8 Oktober Bukit Pagie Jorong Koto Gadang Kecamatan Padang Ganting ikut terbakar, dan terakhir hari ini Minggu siang 9 Oktober Rumpun Batuang daerah Bukik Gombak Kecamatan Lima Kaum juga di lahap Si Jago merah.
Kapolres Tanah datar AKBP Irfa asrul Hanafi kepada Rakyat Sumbar saat meninjau lokasi kebakaran menyebutkan,diduga musim kemarau yang melanda beberapa bulan belakangan di sinyalir menjadi pemicu merambatnya api dengan cepat.
Kapolres bersama team Polres Tanah Datar terdiri dari Sat Intekam, Sat reskim, Sat lantas, Tiga Polsek yang wilayah nya di amuk si jago merah yaitu Polsek Lima kaum, Padang Ganting dan Tanjung Emas Langsung meninjau lokasi titik kebakaran lahan.
"Untuk Wilayah Tanjung Emas dan Lima kaum 2 titik kebakaran lahan bisa dengan cepat di antisipasi oleh tim BPBD dan Damkar Tanah Datar karena masih bisa di capai oleh mobil Damkar, namun untuk lokasi kebakaran di Bukit Pagie Padang Ganting yang yang tidak bisa atau sulit di capai mobil pemadam kebakaran, di harapkan inisiatif dan gerak cepat masyarakat bersama aparat jika terlihat api cendrung membesar, agar dapat bersama sama melakukan antisipasi supaya tidak merambat ke lokasi pemukiman penduduk," ujar AKBP Irfa.
Siang itu Minggu (9/10/2016) Kapolres bersama tim langsung melihat aktifitas si jago merah menuju Lokasi Bukit Pagie Nagari Padang Ganting yang berjarak sekitar 3 Km dari Jalan raya mengunakan kendaraan roda dua guna melakukan koordinasi dengan beberapa masyarakat Padang Ganting di dampingi Kapolsek AKP M.R.Zen di dekat lokasi kebakaran lahan bukit Pagie yang terlihat masih menyala.
Kapolres mengatakan bahwa jika rambatan api di bukit Pagie tidak segera di antisipasi maka akan membahayakan pemukiman penduduk yang lokasinya dekat dengan titik api.
"Dari beberapa kejadian sepekan ini, pihak Polres sedang mendalami penyebab kebakaran yang cendrung terjadi malam hari ini, dan kami menghimbau kepada masyarakat atau penduduk untuk mengurangi kegiatan membakar lahan mereka karena musim kemarau bulan ini merupakan salah satu pemicu api mudah berkembang, dan jika tidak mungkin amukan api merambat ke pemukiman penduduk, " tutur Kapolres.
Sementara itu Kapolsek Padang Ganting kepada Rakyat sumbar mengatakan bahwa amuk si jago merah di kawasan bukit Pagie menganas pada dini hari, Minggu (9/10/2016).
"Saat kejadian berlangsung masyarakat dan tim Polsek Padang Ganting terus stand by dan memonitor pergerakan api sampai siang harinya untuk memastikan aktifitas api benar-benar telah berhenti, " ucap AKP M.R.Zen.(alinurdin)



No comments:

Powered by Blogger.