Breaking News
recent

DRS. YASRIZAL MA DILANTIK JADI KEPALA BIRO AUAK IAIN BATUSANGKAR OLEH KEMENAG RI LUKMAN HAKIM SAEFUDDIN






Batusangkar, 10 Oktober 2016,
Akhirnya IAIN Batusangkar memiliki pejabat Eselon II yaitu Kepala Biro AUAK, jabatan ini diamanahkan oleh Menteri Agama RI kepada Drs. H. Yasrizal MA. Yang dilantik pada hari senin  10 Oktober 2016 di Jakarta. Rektor IAIN Batusangkar secara resmi telah memberikan ucapan selamat pada yasrizal dan berpesan agar mampu meningkatkan kinerja tenaga kependidikan IAIN Batusangkar baik ASN dan Honorer untuk masa depan IAIN Batusangkar yang lebih baik.
Yasrizal sebelumnya menjabat Kabag AUAK STAIN Batusangkar dan KABAG AUAK IAIN Batusangkar, dan atas prestasi keja yang dianggap cakap maka beliau ditunjuk oleh Menteri Agama RI untuk menjabat Kepal Biro AUAK IAIN Batusangkar.
Disamping itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik 15 pejabat eselon II Pusat dan Daerah, yaitu: satu sekretaris direktorat, dua orang direktur, satu kepala pusat, delapan Kepala Kanwil Kemenag, dua Kepala Biro UIN/IAIN, dan satu Ketua STAIN. Seremonial pelantikan digelar di Operation Room, Gedung Kemenag, Lantai II, Jakarta.
Kepada pejabat yang dilantik, Menag mengingatkan bahwa tidak ada jabaan yang abadi karena sewaktu-waktu bisa berhenti atau diganti. "Tetapi karakter, sifat amanah, kejujuran, kebersahajaan, tanggung jawab dan akhlak mulia dari seorang pejabat, akan membekas dan dikenang," terang Menag, Senin (10/10)
"Jangan nodai jabatan yang tak kekal ini dengan kecurangan, kesewenang-wenangan terhadap bawahan atau rekan kerja. Berperilakulah amanah," tambahnya.
Menag meminta para pejabat yang dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan barunya. Menurutnya, tidak boleh ada istilah masih baru, ketika seorang pejabat ditanya mengenai masalah yang menjadi tanggungjawabnya. Setiap pejabat harus memiliki leadership yang baik, selalu belajar, cermat dan mampu menggerakkan kinerja pelayanan organisasi secara berkualitas.
"Pemimpin tidak boleh mengalami sindrom rabun dekat atau rabun jauh dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanatkan," imbuhnya.
Menag minta, setiap pejabat dapat membuat dan merumuskan program kerja berdasarkan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran, memaksimalkan keterlibatan pemangku kepentingan, serta dapat memproyeksikan dampak jangka pendek, menengah dan panjang setiap program.
"Pejabat harus menguasai substansi, urgensi dan konjungsi terkait dengan fungsi perumusan kebijakan, fungsi manajerial dan pelayanan birokrasi. Dalam arti, paham 'untuk apa' suatu program dan kegiatan diadakan, 'bagaimana' cara mengimplementasikan nya, 'pihak mana' yang harus terlibat dan dilibatkan, 'target apa' yang hendak dicapai, serta 'apa manfaatnya' bagi masyarakat," ujar Menag.

Turut hadir dalam pelantikan ini, sejumlah pejabat eselon 1 dan 2 Kemenag pusat. Sekjen Kemenag Nur Syam dan Irjen M Jasin didapuk sebagai saksi.(alinurdin)

No comments:

Powered by Blogger.